November 20, 2009 catatan nyegik, Uncategorized 88 Comments
Nikmatilah hidup ini, anakku
Kadang tak selamanya kita terus menerus menengadahkan muka kita ke langit dan kaki tak menginjak bumi.
Kadangkala juga kita tak sadar terlalu lama menundukkan wajah ke tanah dan tak melihat sekeliling kita.
Atau malah pandangan mata kita lurus saja menatap ke depan tak menolehkan pandangan ke kiri atau ke kanan.
Mungkin yang benar kita senantiasa melihat, menatap dan mengamati sekeliling kita sesekali keatas, ke bawah, ke kiri dan ke kanan.
Pilihan terakhir tadi saya ungkapkan untuk Kakak anak sulung saya, ketika dia mempertanyakan nasib, keadaan, dan takdir sebagai pilihan yang tepat.
Pilihan terakhir tadi juga yang akhirnya membuat anak saya mengerti bahwa setiap kehidupan mempunyai pilihan baik dan buruk.
Kehidupan yang baik diawali dari niat dan memperjuangkan hidup dengan sungguh-sungguh dan ikhlas
Kehidupan yang buruk didasari keinginan yang terlalu tinggi tapi tak ada niatan untuk mencapainya dan malas menjalaninya.