Saat pulang ke rumah orang tua, saya nemu berkas-berkas usang yang dibundel atau dimasukkan dus di gudang.
Salah satunya punya saya: setumpuk buku-buku, brosur, pamflet atau buletin dari kedubes asing yang ada di Jakarta. Tidak banyak yang tersisa ada juga yang hilang mungkin kena kilo loakan koran atau pernah dipinjam.
Saya jadi teringat, tahun 87-88 waktu kelas 1 SMP pernah mencoba mengirimkan banyak surat ke kedubes asing dan negara sahabat: pakai tulis tangan atau diketik dan … bahasa inggris seadanya…di masukan ke amplop coklat.
Isi surat saya gak jauh-jauh dari ketertarikan saya untuk mengenal negara yang bersangkutan, meminta informasi pendidikan atau informasi wisata.
Respon yang diterima beragam, ada yang dua minggu udah memberikan balasan ada juga yang sebulan dua bulan baru membalas dan ada yang tak berbalas sama sekali… Read more

