Sampai kemarin sore, gigi atas tengah Aline masih goyang menunggu kejatuhannya…
Beberapa kali pernah dicoba didorong pakai lidah dan hanya rasa asin yang keluar, pernah aku godain untuk mencabut pakai cara paling ekstrem seperti di film kartun:
pakai benang jahit yang disangkutin diantara gigi dan pegangan pintu dan tariklah sekeras-kerasnya… (what a silly mother am I..!, gimana kalo dia benar-benar melakukannya… hahaha…)
Tapi malam tadi, gigi atas tengah itu jatuh juga, Aline bersorak gembira penderitaannya seminggu ini sirna sudah. Agak aneh juga, umur 6 tahun sudah ompong sebelum masuk SD. Si Gigi dicuci bersih dan ditaruhnya dalam tissue seperti memperlakukan barang berharga.
Tiba-tiba, dia minta kantung kain berserut untuk menaruh gigi tanggalnya agar bisa ditukar dengan hadiah dari peri gigi, persis seperti yang dilihatnya di film Barbie fairy topia.
Peri gigi?… tik tok tik tok baru ingat kalo banyak anak yang didongengin peri gigi atau tooth fairy yang datang memberi hadiah sebagai ganti gigi susu yang ompong.
” Peri gigi itu kecil seperti tinkerbell kan?” tanyanya
” hmm… peri gigi itu kan cuma ada di cerita nak…”
” Aku berharap dia nyata, biar gigi ini tumbuh lagi ”
” Gizi yang baik akan mempercepat tumbuhnya gigi baru kok ”
Pada akhirnya, sepotong coklat bisa membujuknya untuk segera menanam gigi copotnya di halaman rumah besok pagi. Tapi malam itu Aline minta tidur bersama si gigi depan dan cerita masa kecilku soal gigi.
” Jaman mamah kecil tidak ada peri gigi? ”
Aku menggeleng. ” tidak ada dong ”
Yang ku tahu dulu, aku mesti melempar gigi ke genteng rumah kalo yang copot gigi bawah dan menanam gigi di tanah kalo yang copot gigi atas… Dengan begitu diyakini biar gigi atas dan bawah bisa tumbuh cepat dalam keseimbangan…
Tapi sekarang kalo dipikir-pikir buat apa ritual turun temurun seperti itu. Read more
