May 19, 2011 Pendidikan Nasional 24 Comments
Guru: antara pengabdian dan profesi
Guru jaman dulu dan sekarang
Saya ingat, waktu SD harus les privat bersama 4 orang lainnya sama wali kelas. Begitu seterusnya sampai menjelang akhir kelas 6. Saya gak tau apakah orang tua kami berembuk soal ‘amplop’ untuk honor bu guru, atau kesadaran masing-masing untuk memberi sesuai kemampuan atas jasa beliau, atau kah dikumpulkan secara kolektif.
Waktu SMA tahun 90-an, belum ada bimbel di kota saya. Dua bulan menjelang ujian nasional pihak sekolah mengeluarkan kebijakan untuk mengadakan pengayaan efektif setiap hari dan tentu saja biaya resmi yang wajib dibayar siswa. Kalau tidak salah, kami boleh mencicil sampai tiga kali.
Kemarin saya menerima surat pribadi dari wali kelas 6 tempat Kakak sekolah. isinya ditujukan untuk semua orang tua kelas 6B yang telah sukses mengikuti ujian nasional berserta harapan optimis akan hasil NEM yang nanti keluar.
Tentang honor di luar jam mengajar guru
Semua itu berkat jasa beliau, wali kelas yang telah bersusah payah membimbing dan mengadakan pengayaan efektif 4 kali seminggu, selama dua bulan. Selanjutnya pak Guru meminta pengertian orang tua murid untuk membayar jasa beliau atas upayanya selama ini.
Pertanyaannya adalah:
- Apakah ini inisiatif pribadi beliau sendiri untuk meminta hak atas jerih payahnya selama ini?
- Apakah pihak sekolah mengetahui adanya surat pribadi ini?
- Kalau ternyata pungutan semacam ini walaupun atas nama ‘seikhlasnya’ mengapa tidak dikeluarkan secara resmi oleh pihak sekolah.
- Apakah honor pengayaan untuk guru kelas 6 tidak ada?